Mendikdasmen Bakal Perbaiki Sekolah Rusak di Kudus
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti melakukan kunjungan dan foto bersama warga sekolah di beberapa sekolah di Kudus, Kamis (20/3).
KUDUS-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu'ti, melakukan kunjungan kerja dan memantau kondisi bangunan dan sistem pembelajaran di beberapa sekolah jenjang dasar dan menengah kejuruan di Kabupaten Kudus, Kamis (20/3).
Kata Mu’ti, kunjungan kali ini untuk melihat kondisi bangunan sekolah yang beberapa waktu lalu terdampak banjir. Seperti SDN 1 Setrokalangan dan SDN 3 Pasuruhan Lor, Kecamatan Kaliwungu. Selain itu, memantau proses pembelajaran yang disesuaikan dengan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto.
‘’Kita berupaya merenovasi sekolah-sekolah di Indonesia. Mudah-mudahan daerah yang sekolah rusak akibat bencana alam dan atau memang sudah tua, dapat diperbaiki lagi,’’ kata Mu’ti.
Pihaknya menyebut, alokasi anggaran di Mendikdasmen untuk program renovasi sekolah tahun ini sebesar 10.440 bangunan di seluruh Indonesia. Mu’ti berharap, dari jumlah tersebut, terdapat beberapa nama sekolah di Kudus, yang termasuk penerima bantuan program renovasi sekolah itu.
‘’Tapi barangkali dari pemerintah Kabupaten juga sudah ada anggaran, nanti kita lihat. Memang dengan 10.000 bangunan itu jumlahnya terbatas, tapi mudah-mudahan nanti ada alokasi sekolah-sekolah yang ada di Kudus,’’ tuturnya.
Disinggung regruping sekolah, Mu’ti menyebut merupakan kebijakan yang rasional. Sebab dibeberapa sekolah muridnya tidak banyak, dan dari sisi pembiayaan tidak efisien. Ssehingga Keputusan regruping sekolah itu merupakan jalan keluar yang memungkinkan pembelajaran dapat dilangsungkan dengan sebaik-baiknya.
‘’Tetapi tentu harus mempertimbangkan lokasinya, supaya lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat belajar anak-anak,’’ ujarnya.
Mu’ti menambahkan, Mendikdasmen mendorong agar peserta didik jenjang sekolah dasar, tetap belajar di lingkungan desanya. Supaya mereka memiliki kekuatan yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai masyarakat setempat. Sejauh ini, pihaknya sering menyebut juga anak sekolah di desa memiliki kohesi sosial yang tinggi.
Dengan demikian, jangan sampai karena mereka sekolah jauh, punya teman sekelas tapi tidak punya teman sekampung. Menurutnya, punya teman sekampung itu penting untuk pertumbuhan dan pengembangan kepribadian anak-anak.
‘’Di sisi lain, dengan adanya teman sekampung, mereka tetap memiliki kedekatan dengan lingkungan alam dan sosial dimana mereka berada,’’ tandasnya.
Soal kurikulum terbatu, Mu’ti menegaskan, hingga saat sekarang kurikulum yang diterapkan di sekolah masih sama. Mengingat belum ada pembicaraan terkait dengan penggantian kurikulum tahun ajaran baru mendatang.
‘’Yang nanti akan kita terapkan adalah pembelajaran mendalam, yang sekarang ini naskah akademiknya sudah selesai uji publik. Untuk capaian pembelajaran juga sudah selesai. Sekarang kita sedang menyiapkan untuk langkah pelatihan bagi pelatih tingkat nasional,’’ pungkasnya. (han)
Posting Komentar untuk "Mendikdasmen Bakal Perbaiki Sekolah Rusak di Kudus"
Posting Komentar